Menu

“APA YANG KAU CARI …?”

 

70a2f0392847dc331972c7d3d3673ab9_l

 

 

Sudah di gunung, pantai kau rindukan
Tiba di pantai, gunung yang kau inginkan
Saat kemarau, kau tanya kapan hujan
Diberi hujan, kering kau tanyakan.

Sudah tenang di rumah, pingin pergi
Begitu pergi, kau ingin ke rumah kembali
Sudah dapat ketenangan, keramaian kau cari
Keramaian kau temukan, ketenangan kau rindui.

Apa yang sebenarnya yang kau cari …?
Belum berkeluarga, mencari pasangan (istri/suami).
Sudah berkeluarga, mengeluh anak belum diberi
Dikaruniai anak, mengeluh lagi kurang rejeki.

Ternyata sesuatu tampak indah karena belum kita miliki.

Kapankah kebahagiaan akan kita dapatkan, kalau yang belum ada selalu kita pikirkan …?

Sedang Yang sudah diberi Allah kita abaikan, bukankah telah banyak yang kau dapatkan …?

Jadilah pribadi yang SELALU BERSYUKUR
Karena kesyukuran akan membuatmu subur.

Mungkinkah selembar daun bisa menutup bumi, sedang itu tak bisa menutupi telapak tanganmu sendiri.

Tetapi saat selembar daun kecil itu kau tempel di mata
Maka bumi yang luas seperti tertutup semua.

Begitu juga bila hatimu ditutupi keburukan
Seolah-olah semua isinya selalu kejelekan, terlebih dgn sesuatu yg tak cocok dgn hasratmu.

Seluruh bumi seolah tak ada kebaikan
Padahal letaknya cuma hatimu yang tertutup.

Jangan tutup matamu dengan daun kecil,
Jangan tutup hatimu dengan kotoran secuil.

Syukuri nikmat Allah, meski kelihatan mungil, terus istiqomah dengan sunnah maka kelak kau berhasil.

Bila buruk hatimu, buruk pula akhlaqmu
Bila tertutup hatimu, tertutuplah segala sesuatu.

Syukurilah semua apa yang ada padamu
Dari situ engkau memuliakan dirimu.

Belajarlah bersyukur kepada Allah Ta?ala
Sebagai modal untuk memuliakanNya.

Karena hidup adalah: “WAKTU yang dipinjamkan”
Dan harta adalah: “ANUGERAH yang dipercayakan”.

Semoga bermanfaat

392 Views

2 Comments

  1. Jacklyn November 12, 2016
  2. Sri Murwati, M.Si. November 30, 2016