Menu

CINTAILAH ISTRIMU LAHIR DAN BATHIN (BUKAN) SEHIDUP SEMATI.

95a78f3015bd19286b33c65657114fc4_l

 

 

Sehidup Semati,Seakan bukti kesetiaan cinta..
Ada pasangan yang berharap, bisa sehidup semati selamanya…

Benarkah demikian adanya…?

A. Hanya Amal Yang Menemani.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلاَثَةٌ: أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى وَاحِدٌ، يَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَيَبْقَى عَمَلُهُ

“Tiga perkara yang akan mengikuti mayat (ke kubur): keluarga, harta, dan amalnya.

Maka akan kembali dua dan menetap bersamanya satu.

Keluarga dan hartanya akan kembali (meninggalkannya) dan menetap bersamanya hanyalah amal…”

(HR. al-Bukhari, Muslim)

Dunia tak pernah setia, ia kembali saat kita di kubur nanti…

Termasuk suami/istri yang katanya mencintai sehidup semati…

Tak akan mau setia bersama menemani di kuburan kita nanti…

B. Bersama Di Surga.

Apabila terjadi perceraian atau sang suami meninggal kemudian istri menikah lagi, maka di surga kelak ia akan menjadi istri dari suami terakhir.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْمَرْأَةُ لِآخِرِ أَزْوَاجِهَا

“(di surga nanti) seorang wanita itu bagi suaminya yang terakhir…”

(Shahih, HR. ath-Thabrani, Shahihul Jami’: 6691, Silsilah ash-Shahihah: 1281)

Karenanya sahabat Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu bertutur kepada istrinya tercinta,

“Apabila engkau ingin menjadi istriku di surga maka janganlah menikah lagi sepeninggalku. Karena wanita di surga diperuntukkan untuk suaminya terakhir saat di dunia..”

(Sunan al-Kubra lil Baihaqi: 13199)

Jadi…

Cinta itu bukan sehidup semati, tetapi hingga di surga nanti… Abadi…

“Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai..”

Cintailah istrimu, kelak mereka akan menemanimu di Surga nanti….. Abadi

اَلْحَمْدُلِلّهِ جَزَاكُمُ اللّهُ خَيْرَا

383 Views