Menu

KEUTAMAAN QURBAN

77e3798bb9782084333898c5f75d9aab_l

 

 

Nabi Ibrahim a.s diutus oleh Allah untk mengembalikan aqidah (keimanan) manusia dari kemusyrikan kaum pagan (penyembah berhala) kepada ajaran tauhid. Kaum pagan mempunyai keyakinan untuk bisa dekat dg sang pencipta mrk dikehendaki untk mengorbankan sesuatu yg paling mrk cintai, pada ketika itu seseorang dianggap sholih dan dekat dg Tuhan jika dia sanngup berqurban dg menyembelih anak kandungnya, hal ini disebabkan dlm tradisi mrk (dan juga umumnya manusia sepanjang zaman) anak merupakan harta benda yg tdk ternilai harganya dan paling dicintai manusia. Nabi Ibrahim a.s menjadi manusia pertama yg mengajarkan kpd kita bahwa pembuktian cinta kita kpd Allah mengalahkan segala2nya yg kita miliki, melalui peristiwa bersejarah ktk beliau dg tulus ikhlas mentaati perintah Allah menyembelih putera tersayangnya, yaitu Ismail a.s. Dari peristiwa itu juga kemudian Allah mengoreksi (memansukh) tradisi kaum pagan menyembelih anak menjadi menyembelih kambing sbg hewan qurban. Oleh karenanya tdk mengherankan jika kemudian Allah menyediakan pahala yg begitu besar bagi setiap orang iman yg ktk Idul Adha dg tulus ikhlas mengorbankan sebagian hartanya untuk menyembelih kambing qurban. Sebagaimana diriwayatkan di dlm hadits2 shahih yg menggambarkan btp besar pahala orang yg berqurban, antara lain : Dari Aisyah r.a; Ssgghnya Rasulullah s.a.w bersabda; Tidak ada amalan anak Adam yg dikerjakan pada hari qurban yg lebih dicintai Allah dibandingkan mengalirkan darah (qurban), ssgghnya hewan qurban itu di hari qiyamat akan datang dg tanduknya, kukunya dan bulunya, sesungguhnya darah (pahalanya) qurban telah sampai di sisi Allah sblm darah itu sampai di tanah, maka gembiralah hati kalian (atas sbb mekaksanakan qurban). HR. Ibnu Majah : 3117 Keterangan; Hadits di atas menggambarkan betapa besar keutamaan ibadah qurban di hari raya Idul Adha, sehingga dg tegas Rasulullah s.a.w menyatakan bhw saat itu “tidak ada amalan anak Adam yg lebih dicintai Allah jika dibandingkan menyembelih qurban”. Di dlm riwayat yg lain terjadi dialog antara Rasulullah s.a.w dg para sahabat, saat baginda menyatakan bhw pada tanggal 10 Zulhijjah (Idul Adha) tdk ada amalan yg lebih utama jika dibandingkan dg menyembelih qurban. Para sahabat bertanya apakah jihad juga kalah utama ? Rasulullah menjawab dg tegas; Jihad juga kalah utama, kecuali orang yg berangkat jihad dg membawa seluruh hartanya, kemudian hartanya habis dan dia terbunuh dlm peperangan. Juga dinyatakan oleh Rasulullah s.a.w bhw setiap bulu hewan qurban hingga yg paling lembut akan menjadi krbsikan / pahala di sisi Allah. Oleh karenanya perlu kita tanya kembali kpd diri kita sejauh manakah kita CINTA kpd Allah jika kita merasa berat untuk berqurban ? Dan layakkah kita mengharap surga yg merupakan tempat kenikmatan, kemuliaan, dan kebahagiaan yg kekal abadi namun merasa berat untuk menyisihkan sedikit harta, menyembelih hewan qurban ? Mereka yg mampu berqurban tapi tdk mahu berqurban maka tdk berlebihan jika digolongkan sbg orang BAKHIL yg oleh Rasulullah s.a.w dilarang mendekati orang2 Islam (yg berqurban) yg sedang melaksanakan solat Idul Adha.

242 Views