Menu

KRISIS UKRAINA

dc9e231f652301f80ea8e901bd9ec18a_l

 

 

  • Krisis Ukraina yang berakibat terbelahnya Ukraina menjadi Ukraina dan Crimea disebabkan karena Rusia tidak menghendaki Ukraina masuk dalam Uni Eropa. Dalam hal ini Rusia masih memerlukan pelabuhan Angkatan Lautnya yang merupakan bagian dari rangkaian pangkalan AL Rusia yang mengarah ke Selatan wilayah Turki. Apabila Ukraina secara keseluruhan masih pada persekutuan Uni Eropa, maka Rusia akan kehilangan pelabuhan AL nya yang berada di kota pelabuhan Sevastopol yang berada di wilayah semenanjung Crimea. Kapal-kapal perang Rusia yang berada di Sevastopol melalui laut Hitam (black Sea), kemudian melalui selat Bosporus, masuk laut Marmara dan Selat Dardanella, langsung bisa masuk Laut Tengah ( Medditeranian Sea) , Maka dari sinilah Rusia membiarkan Ukraina masuk persekutuan Uni Eropa, asal Semenanjung Crimea tempat lokasi kota pelabuhan Sevastopol tetap berada pada persekutuan dengan Rusia. Sehingga akhirnya Ukraina pecah menjadi dua negara yaitu Ukraina dengan ibu kota Kiev yang pro Uni Eropa dan negara Crimea dengan ibu kota Sevastopol yang pro Rusia.
  • Bandingkan dengan posisi Indonesia yang strategis, baik faktor geografis yang menghadap Laut Pacific, Laut China Selatan dan Lautan Hindia serta kondisi vulcaniknya mengahasilkan kandungan Sumberdaya Alam yang luar biasa, baik tambang maupun perkebunan (coklat, karet,sawit) dan perikanan (tuna ,dll) merupakan karunia Allah yang luar biasa yang harus bisa dibarokahkan. Dua hal tersebut harus bisa dikelola dengan baik oleh bangsa Indonesia. Rusia saja untuk mempertahankan agar Angkatan Lautnya bisa mengarah ke Selatan harus memiliki “mitra” negara Crimea. Sementara posisi Indonesia bisa mengarah ke laut manapun, berkat taqdir Allah, serta karunia SDA yang melimpah. Sebagai konsekuensi, bila SDM manusia Indonesia tidak mampu mengelola karunia Allah tersebut, maka akhirnya wilayah Indonesia hanya menjadi ajang penjarahan oleh bangsa- bangsa lain.

 

344 Views