Menu

SADAR ATAS QODAR

takdir

mudah membuat orang bersyukur.  Namun bila kita lupa mensyukurinya akan  berubah menjadi cobaan. Harta melimpah malah  membuat sakit , anak  yang pandai malah jadi durhaka, karyawan yang kita gaji malah  menjadi pagar makan tanaman. Rumah mewah malah membuat gerah.

Ada dua nikmat luar biasa yang diberikan Allah atas kita namun sering kita tidak menyadarinya yakni  Kesehatan dan kesempatan .   Utamanya kedua hal itu diberikan agar manusia bisa memanfaatkan untuk meningkatkan ibadahnya kepada Allah. Ketika kaki kita masih bisa melangkah sempurna, langkahkan untuk menuju kebaikan, sholat ke masjid, mencari ilmu di masjid, bekerja, bersilaturrohim. Selagi masih diberi kesempatan bisa bernafas gunakan hidup kita untuk mempersungguh ibadah karena sesungguhnya kita dan bangsa jin diciptakan untuk beribadah kepada Allah. Keseluruhan gerak langkah hidup kita harus dalam rangka ibadah.

Semua dari kita juga tak luput daricobaan,itu cara Allah menguji apakah kita masih bisa bersabar ketika diuji. Sabar disini maksudnya tetap dalam agama Islam dan menjalankannya dengan benar sampai maut menjemput. Jika kita berhasil melalui cobaan dengan sabar, Allah akan meningkatkan derajat kita.
Barangsiapa diuji lalu bersabar, diberi lalu bersyukur, dizalimi lalu memaafkan dan menzalimi lalu beristighfar maka bagi mereka keselamatan dan mereka tergolong orang-orang yang memperoleh hidayah. (HR. Al-Baihaqi).

أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَوَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ  “ Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan (saja) mengatakan, “Kami telah “beriman,” sementara mereka tidak diuji lagi? Dan sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka. Maka, Allah pun betul-betul mengetahui orang-orang yang benar dan Dia betul-betul mengetahui orang-orang yang berdusta.  ( Alankabut 2-3 )”

Musibah 

pun menjadi bagian suratan anak Adam. Ketika tertimpa musibah seketika itu juga kita diminta istirja, dengan mengucapkan “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun, Allohumma jurni fii mushibati wa aflihli  khoiron minha” . Maka Allah akan memberi pahala dan mengganti dengan yang lebih baik atas musibah yang menimpa kita.

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” . Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. Al-Baqarah: 155-157 )

Yang terakhir adalah qodar salah. 

Manusia tak luput dari kesalahan , Rosululloh bersabda : Kullu Bani Adam khotto’un’, wa  khoirul khottoina attawaabun’. “Setiap anak cucu Adam pasti berbuat Dosa, dan sebaik-baiknya yg berbuat dosa adalah yang bertaubat’. (HR. At Tirmizi & Ibnu Majah)

Lantas apa yang harus kita lakukan setelah kita melakukan kesalahan?

إِنَّ اللَّـهَ يُحِبُّ التَّوّٰبِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ “Artinya: Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (Al-Baqarah  :222 )”.

Taubat seperti apa yang diterima?

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ “Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai ( At Tahrim : 8 )”.

Penjelasan tentang taubatan nasuha akan dibahas pada tulisan berikutnya.

Sadari bahwa Qodar adalah bagian dari  hidup.  Jalani saja. Terlebih semua  qodar ditulis Allah lengkap satu paket dengan jalan keluarnya. Dengan mengetahui ketetapan Allah yang melekat atas kita dan cara bagaimana menyikapinya, membuat kita menjadi lebih  siap, lebih pasrah, lebih legowo menghadapi permasalahan apapun yang datang tak diundang, ataupun yang terjadi akibat ulah kita sendiri. Dan yang pasti sikap kita yang benar atas apapun yang  kita alami akan berbuah pengampunan dan pahala. Itu yang terpenting.

430 Views