Menu

SAHUR DALAM KEADAAN JUNUB

f7f8c4727a011019fe43a7eaa92bf9a5_l

 

 

Umar bin Khattab رضي الله عنه pernah bertanya pada Rasulullah صلى اللّه عليه وسلم: “Bolehkah seseorang tidur dalam keadaan junub?”
Beliau menjawab: “Ya boleh, apabila kalian telah berwudhu, silahkan tidur dalam kondisi junub.” (HR. Bukhari & Muslim)
‘Aisyah رضي الله عنها pernah ditanya oleh ‘Abdullah bin Abu Qois mengenai keadaan Nabi صلى اللّه عليه وسلم:
“Bagaimana Nabi صلى اللّه عليه وسلم jika dalam keadaan junub? Apakah beliau mandi sebelum tidur ataukah tidur sebelum mandi?”
‘Aisyah menjawab, “Semua itu pernah dilakukan oleh beliau. Kadang beliau mandi, lalu tidur. Kadang pula beliau wudhu, barulah tidur.”
‘Abdullah bin Abu Qois berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan segala urusan begitu lapang.” (HR. Muslim)
Bolehnya Makan ‘Aisyah رضي الله عنها mengatakan:
“Apabila Nabi صلى اللّه عليه وسلم berada dalam kondisi junub, kemudian beliau ingin makan atau tidur, beliau berwudhu seperti wudhu ketika hendak shalat.” (HR. Muslim)
Pada dasarnya ketika keadaan junub kita bisa melakukan aktivitas apapun kecuali yang mensyaratkan harus suci dari hadas besar seperti shalat, thawaf, menyentuh mushaf dan lainnya.
MAKAN SAHUR bukanlah sesuatu yang mensyaratkan harus suci dari hadas besar sebelum melakukannya. Jadi tidak tepat anggapan bahwa jika junub harus mandi sebelum sahur, karena yang menuntut kita untuk membersihkan diri dari hadas besar bukanlah makan sahur atau puasanya, tapi shalat subuhnya.
Jadi ketika kita dalam kondisi junub karena bercampur dengan suami/istri pada malam hari atau karena bermimpi basah, maka boleh menunda mandi hingga fajar (menjelang shalat subuh)
‘Aisyah dan Ummu Salamah رضي الله عنهم berkata:
“Nabi صلى اللّه عليه وسلم pernah mendapati waktu fajar (waktu Shubuh) dalam keadaan junub karena bercampur dengan istrinya, kemudian beliau mandi dan tetap berpuasa.” (HR. Bukhari)
“̮hehehehe”̮ siapa yang lagi Junub…???

317 Views